4 Tempat Wisata Yang Lagi eksis Di Bukit Tinggi

Wisata Bukit Tinggi – Sumatera Barat adalah salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan petensi wisatanya. Jika berlibur ke Sumatera Barat akan banyak tempat wisata menarik dan unik yang akan mengisi waktu liburan anda. Salah satu kota di Sumatera Barat yang terkenal dengan Objek – objek wisatanya adalah Bukit Tinggi.

Kalau mendengar cerita bukit tinggi, pasti yang ada di dalam pikiran anda adalag Jam Gadang yaitu, salah satu tempat wisata terpopuler yang juga sekaligus menjadi ikon kota Bukittinggi. Bukan hanya Jam Gadang saja, ternyata ada banyak tempat wisata yang sedang eksis lainnya yang bisa ana kunjungi.

• Benteng Fort de Kock

Benteng Fort De Kock adalah salah satu peninggalan dari pemerintahan Belanda yang masih kokoh dan berdiri sampai sekarang. Benteng ini didirikan oleh kapten Johan Heinrich Conrad Bauer pada tahun 1825. Ketika zaman Belanda benteng ini di pakai sebagai basis pertahan dari serangan masyarakat Minang saat perang Paderi yang terjadi pada tahun 1821-1837.

Tetapi, skearang bangunan ini bukanlah bangunan aslinya bangunan ini merupakan renovasi pemerintah pada tahun 2002, Ornamen- ornament yang ada pada bangunan ini sudah berubah dan tersisa hanya empat buah meriap yang terletak sudut-sudut bukit Jirek. Tempat ini sekarang menjadi destinasi wisata yang lumayang ramai dikunjungi saat ini.

• Tabiang Ngarai Takuruang

Tabiang Ngarai Takuruang berada di kabupaten Agam ini muncul karena gempa bumi yang terjadi ribuan tahun silam, sehingga menghasilkan patahan Semangko yang membentang sepanjang Pulau Sumatera. Ngarai yang saat ini menjadi lembah adalah bagian tanah yang turun.

Bentuk dataran di atas dulunya lebih besar dan tidak terlalu runcing. Tetapi , sudah runtuh karena peristiwa gempa tahun 2007 sehingga puncaknya menjadi runcing seperti sekarang.

Untuk melihat keeksotisannya ,para wisatawan bisa mengunjungi Café Taruko untuk melihat pemandangan Tabiang Takuruang selain itu anda dan keluarga bisa bersantai, bermain sungai dengan latar Tabiang Takaruang, bermain ayunan.

• Museum Tri Daya Eka Dharma

Di Bukit Tinggi anda akan menemukan museum yang menyimpan koleksi ratusan senjata zaman perang. Dulunya, museum ini merupakan rumah peristirahatan Gubernur Sumatera. Pembangunan museum ini digagas oleh Brigjen Widodo, yang merupakan seorang pimpinan TNI wilayah Sumatera Tengah.

Gagasan itu kemudian dilanjutkan oleh Brigjen Soemantoro yang akhirnya di resmikan sebagai museum pada tanggal 16 Agustus 1973.Di museum ini kita akan disuguhkan oleh berbagai koleksi benda-benda bersejarah. Di antaranya senapan laras panjang, senapan laras pendek, meriam, perlengkapan perang, alat penerima sinyal, telepon dan juga pakaian- pakaina para tentara Indonesia dan tentara asing dan dokumentasi yang berhubungan dengan perang.

Di kawasan luar anda akan melihat gagahnya pesawat terbang AT-16, Harvard B-419 buatan Amerika Serikat yang dulunya digunakan dalam penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatera Tengah.

• Lobang Jepang Bukit tinggi

Lobang Jepang merupakan sebuah gua bawah tanah yang dibangun oleh tentara Jepang saat menjajah Bukittinggi. Ketika memasuki pintu masuk, para wisatawan harus menuruni 130 anak tangga menuju gua datar yang terletak 40 meter di bawah permukaan tanah dan 40 meter di atas dasar Ngarai Sianok.

Pada dasar anak tangga, anda akan melewati jalur utama yang memiliki 6 lorong di sisi kanan. Jalur utama ini masih sama dengan bentuk aslinya sampai saat ini, hanya saja sudah dilapisi semprotan semen, karena lorong-lorong memiliki bentuk yang sama persis, disarankan agar anda pergi bersama pemandu agar tidak tersesat nantinya.

Dulunya jalur ini memiliki lubang panjang yang berfungsi sebagai jebakan jika ada musuh yang masuk, Jebakan tersebut adalah tempat pada saat tentara pemerintah Jepang menanam bambu runcing sebagai jebakan atas musuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *