Fakta Unik Dari Jam Gadang Yang Buat Siapa Saja Ingin Segera Berlibur Kesana

Fakta Jam Gadang – Ketika berlibur atau berkunjung ke Sumatera Barat, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi salah satu icon wisata Bukit Tinggi , yaitu Jam Gadang. Ikon kota Bukit Tinggi ini merupakan salah satu spot wisata andalan yang terkenal di Indonesia, bahkan sudah sampai mancanegara.

Ada beberapa dari anda pasti heran dan bertanya apa arti dari nama Jam Gadang ini. Nama Jam Gadang diambil dari Bahasa urang minang yaitu Gadang, yang artinya “Besar”. Yang mengartikan bahwa jam Gadang adalah Jam yang besar. Ini menjadi salah satu keunikan yang membuat banyak orang penasaran.

Banyak fakta unik yang mungkin belum anda ketahui mengenai Jam Gadang ini. nah, disini kita akan mengulas semua fakta unik yang ada di Jam Gadang. Bahkan akan mengulas kembali mengapa jam yang besar ini bisa berdiri di Sumatera Barat.

• Tidak Dibangun Dengan Kerangka Besi Dan Semen

Ternyata jam besar dengan bangunan yang kokoh ini dibangun tanpa menggunakan kerangka besi dan juga semen. Banyak orang yang tidak percaya bangunan sekokoh ini dibangun tanpa adanya kerangka besi dan semen. yang merupakan bahan utama dan termasuk sangat penting dalam mendirikan sebuah bangunan.

Faktanya, pembangunan Jam Gadang ini hanya menggunakan bahan dari cammpuran putih telur, pasir putih, dan kapur. Siapa saja yang mendengar hal ini pasti tidak percaya. Namun begitulah kenyataanya, yang menjadikan hal unik dari Jam gadang ini.

• Bentuk Atap Yang Berubah – Ubah

Sejak awal berdirinya, ternyata jam gadang ini sudah berganti bentuk atap sebanyak 3 kali. Yang awalnya dan pertama kalinya atap Jam Gadang ini berbentuk bulat yang diatasnya terdapat patung ayam.

Kemudian dilakukanlah renovasi pertama, yang saat itu dilakuakn pada masa penduduka Jepang. Pada saat itu atap Jam Gadang dibuat menyerupai Pagoda. Dan renovasi terakhir dilakukan pada saat Indonesia telah merdeka. Dimana atapnya dibuat menyerupai atap Rumah Gadang yang merupakan ikon dari Sumatera Barat.

• Bandul Jam Yang Patah

Bencana alam yang terjadi pada tahun 2007 silam merenggut banyak nyawa di daerah Sumatera Barat. terlebih lagi ada banyak bangunan rusak yang disebabkan gempa tersebut. Salah satunya adalah Jam Gadang.

Dimana menyebabkan bandul penggerak jam Gadang menjadi putus. Yang saat itu dilakukan penggantian dengan segera. Jadi, bandul jam yang saat ini anda lihat bukanlah bandul jam yang asli. Melainkan bandul jam baru yang sudah diganti karena gempa tersebut.

• Keunikan Pada Penulisan Angka 4 Jam Gadang

Terdapat keunikan dari penulisan angka romawi 4 pada Jam Gadang. Pada umumnya angka romawi 4 dituliskan dengan IV. Berbedan dengan Jam Gadang yang angkan romawinya dituliskan dengan angka III. Penulisan ini sengaja diatur oleh pemerintahan belanda yang saat itu menjajah Bukit Tinggi.

Menurut penjajah pada masa saat itu, penulisan angka IV yang berarti victory. Ini menimbulkan kecemasan bagi mereka yang akan mengundang penduduk setempat melakukan perlawanan terhadap mereka pada saat itu.

• Hadiah Pemeberian Dari Ratu Belanda

Sejarah berdirinya Jam Gadang didirikan pada tahun 1926, dan jam ini ternyata merupakan pemberian hadiah dari Ratu Belanda untusekretaris kota yang pada masa dijuluki Controleur. Jam ini dibuat oleh arsitek yang merupakan orang asli Indonesia bernama Yazin dan Sutan Gigi Ameh.

Pasti kebayang gimana rasanya dikasih hadiah jam raksasa kan, hehe. Namun itu pula fakta yang menjadikan keunikan dari Jam Gadang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *